Polisi Jerat Pelaku Pembawa 1.6 Ton Sabu dengan Hukuman Mati

KepriNews.co.id – Batam, Polisi Jerat Pelaku Pembawa 1.6 Ton Sabu dengan pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

Hal ini disampaikan divisi humas polri dalam akun instagram @divisihumaspolri Akibat perbuatannya itu, Para tersangka dikenakan Pasal 134 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Seperti diketahui, Direktorat IV Tipid Narkotika Bareskrim Polri kembali berhasil mengungkap peredaran sabu dalam jumlah besar.

Tim Satgas Gabungan Mabes Polri bersama Tim Bea Cukai gagalkan penyelundupan 1,6 Ton Sabu di Perairan Selat Philips (Operasi Ombak Laut).

Pengungkapan ini berlangsung di wilayah Batam, Kepulauan Riau. Dengan menggunakan kapal Taiwan yang berbendera Singapura. Rencananya barang tersebut akan disebar di wilayah Indonesia.

Petugas berhasil melakukan pengungkapan setelah penyelidikan selama 1,5 bulan. Berawal dari informasi yang diperoleh pada awal tanggal 9 Januari 2018. Tim Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri kemudian melakukan penyamaran.

Selanjutnya tim melakukan analisa terhadap informasi dan memperoleh informasi yang akurat. Katim NIC AKBP Gembong Yuda melaporkan ke Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Danianto.

Dari pengungkapan ini petugas berhasil mengamankan 4 WNA sebagai tersangka. Dengan barang bukti Narkoba berupa Metamfetamin sebanyak 1.6 Ton lebih.

Akibat perbuatannya itu, Para tersangka dikenakan Pasal 134 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukuman yang mereka dapatkan adalah dipidana dengan pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun. ( Kepri News / dede)

Sumber : Divisi Humas Polri


 Advertoria Sanford 18/9/2017