Ratusan Driver Online, Demo Aksi Damai di DPRD Kota Batam

KepriNews.co.id, BATAM – Ojek dan Taxi Online yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online Provinsi Kepulauan Riau, mengadakan demonstrasi menuntut Mencabut Surat Kesepakatan melalui DPRD Kota Batam, di Gedung DPRD Kota Batam, Batam Centre – Batam. Selasa, (16/01/2018)

Massa yang berkumpul kurang lebih ratusan driver online, meminta kejelasan dan perlindungan hukum kepada pihak terkait, atasi ketidaknyamanan dan penindasan selama melakukan aktifitas dalam kebutuhan masyarakat.

“Jangan lagi ada intimidasi dan diskriminasi, kami minta Pemerintah memberikan kejelasan dalam kami mencari rezeki untuk menghidupi anak dan istri,” teriak salah satu massa yang tergabung dalam driver online.

Dan ditempat yang sama selaku Ketua DPD Asosiasi Driver Online Provinsi Kepulauan Riau, Supandi mengatakan, kami Pemerintah untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini secepatnya.

“Jangan kami diadu domba terus sampai nantinya terjadi pertumpahan darah, sementara di daerah lain sudah ada izinnya/diperbolehkan beroperasi,” ungkapnya.

Untuk itu kepada Pemerintah memberikan kejelasan kepada kami, jangan ada lagi intimidasi dan diskriminasi, dan atas dasar surat kesepakatan bersama antara DPRD Kota Batam, Dinas Perhubungan Provinsi dan Pihak Kepolisian, yang tidak melibatkan Driver Online.

Kami Driver Online melalui DPRD Kota Batam mendesak, diantaranya;
Mencabut surat Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau No.951.2/DLLAJ/613 tentang penghentian operasional angkutan online.
Membantalkan surat kesepakatan bersama tertanggal 31 Oktober 2017 antara DPRD Kota Batam, Dinas Perhubungan Provinsi dan Pihak Kepolisian.
Pemerintah kota Batam dan Penegak Hukum dapat bersikap adil dan memberikan rasa aman bagi kami dalam menjalankan usaha.

Pantauan Kepri Media Group (wartakepri.co.id) dilokasi demo, massa Drive online setelah melakukan orasi lanjut memasuki Gedung DPRD Kota Batam dan melakukan pertemuan dengan pihak terkait di ruang komisi III DPRD Kota Batam.

Dalam pertemuan dihari oleh, Ketua DPRD Kota Batam, Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Wakapolresta Barelang, Dinas Perhubungan Kota Batam dan Perwakilan dari Drive Online serta pihak terkait.

Pada pertemuan tersebut Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengatakan, sebenarnya kita akan membahas permasalaha ini dengan pihak-pihak terkait hari ini, tapi berhubung demo aksi damai tetap jalan, jadinya diundur.

“kita harus mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku, jadi besok (Rabu, 16/01/2018) akan kita ambil langkah yang kongkrit dan mengundang pihak yang terkait dalam rapat FKPD, apapun hasilnya akan kita rekomendasi kan kepada Gubernur,” ujarnya.

Selanjutnya dari hasil pertemuan tersebut, Ketua DPRD Kota Batam meminta kepada pihak Drive Online untuk membawa lima (5) orang perwakilannya dalam pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dalam pembahasan Driver Online.(*)


 Advertoria Sanford 18/9/2017