Join Investigasion, Ungkap Peredaran Narkoba Dari Malaysia

KepriNews.co.id, BATAM – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam,  mengadakan press release dalam Ungkap Kasus Narkoba “Join Investigation” Ditresnarkoba Polda Kepri, Bea Cukai, Avsec dan Pos Indonesia. Rabu, (10/01/2018)

Pada press release, dihadiri oleh, kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kabid Humas Polda Kepri, Direktur Narkoba Polda Kepri, BNNP Kepri, Kapolresta Barelang, Kepala BUBU Hang Nadim, Kepala Kantor Pos Indonesia cabang Batam, di Gedung KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Batu Ampar – Batam.

Pengungkapan kasus narkoba yang mana merupakan hasil kerjasama dengan beberapa instansi terkait, berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dan beberapa tersangka diawal tahun 2018.

Kepada para awak media yang hadir, Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susilo Brata menuturkan, pengungkapan kasus narkoba diantaranya narkoba Jenis Sabu (Methaphetamine) dan Katinon (Chatinone) berkat Join Investigasion.

“Dan ini adalah hasil kerjasama, sinergitas yang erat antar institusi diantaranya, Bea dan Cukai, Polri, BNN, Petugas Bandara (Avsec) dan Pos Indonesia,” terangnya.

Pengungkapan kasus yang berawal dari Bandara Hang Nadim – Batam dan melalui paket pengiriman barang hingga pengembangan sampai ke Bandara Sukarno-Hatta – Jakarta dan Bandara Juanda – Surabaya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dir Narkoba Polda Kepri, Kombes K. Yani Sudarto menyampaikan, “dari hasil Join Investigasi kita berhasil mengungkap peredaran narkoba dan menangkap pelakunya”, pungkasnya.

Pertama kasus narkotika jenis Katinon, berawal dari informasi petugas Bea dan Cukai dan Pos Indonesia, berkat kerjasama ini berhasil mengamankan satu (1) orang tersangka dengan nama inisial YF, barang bukti berupa paket kiriman yaitu tiga (3) buah karton yang berisi narkotika jenis Katinon dengan berat 55 KG.

“dari keterangan tersangka (YF) yang kita dapat, bahwa Katinon tersebut dipesan oleh seseorang di Malaysia, yang mana pengiriman barang tersebut dari negara Ethopia tujuan Batam – Indonesia, dan selanjutnya tersangka (YF) akan membawa barang tersebut ke Malaysia untuk diserahkan kepada si pemesan,” ungkap Dir Narkoba Polda Kepri.

Katinon (Chatinone) merupakan campuran untuk membuat  narkotika jenis Ekstasi serta dapat dikonsumsi secara langsung dan termasuk narkotika golongan 1, ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Lanjut, Kombes K. Yani Sudarto mengatakan, “berikutnya pengungkapan tiga (3) kasus dalam waktu yang bersamaan oleh petugas Bea dan Cukai dan Avsec di Bandara Hang Nadim Batam, berhasil mengamankan 5 orang tersangka berikut barang bukti Sabu yang berasal dari Malaysia,” jelasnya.

Hari Minggu, (07/01/2018)
Pada pukul 06.39 WIB, petugas berhasil mengamankan dua (2) orang tersangka dengan nama inisial AP dan R, berikut barang bukti Sabu seberat 598 gram dan 698 gram yang akan dibawa ke Surabaya.

Pada pukul 07.30 WIB, petugas kembali mengamankan dua (2) orang tersangka inisial nama M dan AM, dengan barang bukti Sabu seberat 598 gram yang akan dibawa ke Jakarta.

“Dari introgasi terhadapap tersangka AM yang kita kembangkan, bahwa ada tiga (3) orang temannya sudah terlebih dulu berangkat ke Jakarta melalui Bandara Sukarno-Hatta, setelah berkoordinasi dengan petugas Bea dan Cukai Bandara Sukarno-Hatta ketiga (3) temannya tersebut berhasil diamankan berikut barang bukti,” pungkas Kombes K. Yani Sudarto

Pelaku yang berhasil diamankan nama inisial IH, Z, dan M, dengan barang bukti berupa Narkotika jenis Sabu dengan berat total keseluruhan 2395 gram, selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Polres Bandara Sukarno-Hatta.

Pada pukul 12.00 WIB, petugas kembali berhasil mengamankan satu (1) orang tersangka dengan inisial nama M alias P, dengan barang bukti Sabu seberat 1029 gram yang akan dibawa ke Surabaya.

“Dari hasil penangkapan M alias P ini, kita coba kembangkan ke daerah tujuan namun tidak terungkap siapa yang menerima barang tersebut. Akibat dari perbuatan para tersangka pasal yang dilanggar, pasal 114 ayat (2), 113 ayat (2), dan atau 112 ayat (2) ancaman maksimal hukuman mati,” tutup Dir Narkoba Polda Kepri.(*)


 Advertoria Sanford 18/9/2017