Kasus The BBC Hotel Batam, Tjipta Fujiarta Tahanan Rutan Barelang – Batam

KepriNews.co.id, BATAM – Direktur The BBC Hotel Batam mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, terkait kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pemberian keterangan palsu dalam jual-beli saham Hotel BCC Batam. Senin, (08/01/2018)

Bersama kuasa hukumnya datang untuk memberikan surat yang diterima dari Bareskim Polri, yang mana dalam surat tersebut memberikan kendali untuk mengelola The BCC Hotel, dan diterima langsung oleh Kasi Pidum Kejari Batam.

“Kita hadir disini untuk menyerahkan surat yang kita terima dari Bareskrim Polri terkait hak pengelolaan The BBC Hotel, dan mengenai status penahanan tersangka Tjipta Fujiarta,” terang Alfonso Napitupulu selaku Kuasa Hukum dari pihak Conti Chandra.

Sebelumnya tersangka Tjipta Fujiarta lebih dahulu tiba di kantor Kejaksaan Negeri Batam, dan langsung menuju ruang Pidana Umum (Pidum) yang disusul oleh pihak pengacara dan keluarga tersangka.

Ditempat yang sama dari pihak Conti Chandra yang diwakili oleh Direktur The BBC Hotel Batam, Arron Constantin mengatakan, “harapan kita perkara ini agar segera cepat disidangkan, supaya masyarakat Batam tahu kebenarannya,” pungkasnya.

Setelah pemeriksaan yang berlangsung dari pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 18.30 WIB di ruangan Pidum Kejari Batam, tidak dapat dilakukan penangguhan penahanan dan lanjut ke penahanan sementara terhadap tersangka Tjipta Fujiarta.

“Dari hasil pemeriksaan yang dihadiri juga oleh Tim Kejaksaan Agung, selanjutnya memutuskan untuk dilakukan penahan terhadap tersangka Tjipta Fujiarta selama 20 hari kedepan di Rutan Barelang,” ungkap Kasi Pidum Kejari Batam, Filpan Dermawan, SH.

Penahanan dilakukan terhadap tersangka supaya tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti, serta mengulangi perbuatan yang sebelumnya, dan untuk hak mengelola The BBC Hotel yang disengketakan sementara berjalan seperti biasa.

“Mengenai hak mengelola The BBC Hotel saat ini masih status quo, agar ada unsur keseimbangan supaya kasusnya dapat dilaksanakan pembuktian dulu di persidangan,” tutup Kasi Pidum Kejari Batam.(*)

Iklan Wak
 Advertoria Sanford 18/9/2017