FSPMI Batam Menilai, PT. ASL Shipyard Langgar Prosedur. Jadi Harus ini

KepriNews.co.id – Batam, Meledaknya kapal tanker Gamkonora milik Pertamina di galangan kapal PT. ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Kota Batam yang menewskan 5 orang dan 1 orang kritis sampai saat ini Selasa (12/09/2017) Pihak PT. ASL Shipyard Batam belum lakukan pernyataan resmi.

Kendati kenjadian ini sudah isu nasional perusahaan PT. ASL Shipyard Batam sampai saat ini masih bungkam belum ada pernyataan ke publik terkait informasi ini. Lebih penting lagi perusahaan induk yakni PT. ASL Shipyard Batam harus bertanggungjawab.

Hal ini disampaikan Ketua PCSPPJM FSPMI Batam, Panusunan Siregar kepada Kepri Media group Senin (11/9/2017), mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi karena ada prosedur yang dilanggar oleh perusahaan. Maka, perusahaan induk harus bertanggungjawab.

BACA JUGA WAK:  Kriminalisasi Ketua Koperasi Petani, KY dan KPK Diminta Awasi Sidang Praperadilan

BACA JUGA WAK:
NEWS VIDEO : Terkait Kecelakaan Kerja 5 Orang Meninggal Di Galangan Kapal PT. ASL Shipyard Batam, Ini Penjelasan Kapolda Kepri.

Menurutnya, investigasi mendalam sangat perlu dilakukan, dan tidak mencari pidananya saja. Namun lebih kepada sebuah referensi untuk memperbaiki kondisi itu. Sehingga kedepan, kejadian serupa tidak lagi terulang.

“Ketika investigasi terhadap kejadian tersebut hanya mencari pidananya saja, saya rasa itu tidak tepat karena bukan mencari penyelesaian. Harus ada standar prosedur baru untuk bisa memperbaikinya,” ujar dia.

BACA JUGA WAK:  Pasien Covid-19 RSKI Batam 35 Orang, Dua Positif Omicron

Ketua Aktivis Buruh Galangan Kapal Batam ini, juga menuturkan bahwa peristiwa seperti itu telah sering terjadi di Batam. Namun tidak ada penyelesaian yang tuntas. Seharusnya ada pelajaran yang diambil dari kejadian itu buat kenyamanan para pekerja.

BACA JUGA WAK :
Kesalahan Besar Jika Kapal Meledak di Tanjung Uncang Bukan Tanggungjawab PT ASL.

“Yang harus dilakukan adalah bagaimana membuat standar K3 galangan kapal,” tegasnya.

Pada umumnya, lanjut dia, galangan kapal di Kota Batam belum memenuhi standar K3. Pengusahanya pun masih banyak yang tidak melengkapi aturan K3 tersebut. Justru mereka seolah membuat safety ini menjadi pion.

BACA JUGA WAK:  Plt Walikota Tinjau Pasar Kawat Tanjungbalai

“Kita akan tetap menyoroti dan mengikuti perkembangan kasus ini. Kita juga percayakan proses hukumnya kepada pihak kepolisian,” ucap pria yang juga Sekretaris BPD Gemuruh Batam ini.

Disamping itu, langkah pemerintah juga tidak saja menemukan siapa yang salah dalam kasus ini. Namun juga harus mengedepankan sebuah aturan jelas yang disiplin taat aturan kepada perusahaan. Agar kedepan insiden serupa tidak terulang, tutupnya. (Kepri News / rfm)