NEWS VIDEO : Basarnas Batam Evakuasi Jasad Korban Tenggelam Di Danau Nongsa Batam

KepriNews.co.id – Batam, Sebuah danau cantik dengan air berwarna biru yang disinyalir bekas tempat galian pasir di Nongsa, Batam, akhirnya memakan korban.

Dua orang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), tenggelam di danau yang dikenal dengan nama Danau Biru itu kemarin sore, Jumat (1/9/2017).

Keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal oleh tim Basarnas pagi tadi, sekitar pukul 09:00 WIB. Setelah dievakuasi, mereka (korban) diketahui bernama Darma (14), dan Vero (13).

“Geser Kebawah untuk melihat Video saat evakuasi dua jasad korban tenggelam di nongsa”

Menurut tetangga dari salah seorang korban, An, mengatakan bahwa kejadian tersebut bermula dari rasa ingin tahu mereka (korban) untuk melihat Danau Biru yang cantik di Nongsa itu.

BACA JUGA WAK:  Ternyata Peringatan Dini Gunung Semeru Tak Berfungsi

“Bermula dari keingintahuan mereka untuk melihat danau biru tersebut,” ujar Ibu paruh baya itu kepada situskepri.com (Kepri Media Group), Sabtu (2/9/2017).

Ibu berbadan gempal ini menceritakan bahwa kemarin, kedua korban melihat postingan lokasi danau itu di facebook. Kemudian mereka bersama empat orang temannya berencana pergi kesana sehabis penyembelihan hewan kurban.

Saat sampai di lokasi timbul niat mereka untk berenang. Darma meloncat duluan, dan temannya masih berada diatas. Anehnya, Darma tidak muncul-muncul dan akhirnya disusul Vero untuk membantu Darma.

BACA JUGA WAK:  Gubernur Ansar Ajak Jaga Harmonisasi Karena Pemulihan Kekacauan Butuh Waktu yang Lama dan Biaya Besar

“Namun naas, Vero juga tidak muncul setelah menyusul Darma masuk kedalam danau,” terangnya.

Sementara, seorang tokoh masyarakat di perumahan tempat tinggal korban, Ridwan (43), menjelaskan bahwa korban Darma merupakan anak dari Bapak Toni, dan Vero anak dari Ibuk Ummi Kalsum warga Perumahan Nadim Raya, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota.

Setelah menyaksikan dua orang temannya tidak muncul usai masuk kedalam danau, Billy salah seorang kawan korban yang ikut waktu itu langsung meminta bantuan warga setempat.

Kemudian, tim Basarnas dan masyarakat sekitar tiba dilokasi untuk melakukan pencarian sampai malam hari. Akan tetapi hasilnya nihil, terang Ridwan.

BACA JUGA WAK:  Ternyata Peringatan Dini Gunung Semeru Tak Berfungsi

Hingga pada akhirnya, lanjut dia, kedua korban ditemukan Sabtu pagi, dan dibawa ke RS Bhayangkara. Setelah menyelesaikan adminitrasi dirumah sakit, korban dibawa kerumah duka di Perumahan Nadim Raya.

Pengamatan di lapangan, di duga Danau Biru tersebut merupakan bekas galian pasir yang sudah lama ditinggalkan. Sehingga terbentuk menjadi sebuah danau dengan air yang berwarna biru.

Sejauh ini, belum ada larangan atau pengumuman yang dipasang disekitar lokasi danau tersebut untuk berenang oleh pemerintah setempat. (Kepri News / amr)