Merasa Dirugikan, Warga Pulau Temoyong Batam Tuntut Ganti Rugi Lahan Ke PT. ITS

Mediasi dengan pihak PT. ITS terkait Warga Pulau Temoyong Batam Tuntut Ganti Rugi Lahan ke PT. ITS Rabu (9/8/2017) siang - Kepri News / Ria

KepriNews.co.id – Batam, Pertemuan antara warga pulau temoyong dengan PT. ITS di ruang rapat kantor PT.ITS yang didampingi oleh Syaiful Bahtiar,S.IP selaku Ketua Perpat Pesisir, membahas beberapa tuntutan warga terhadap PT. ITS, Rabu (9/8/2017) siang.

Syaiful Bahtiar menjelaskan kalau pihaknya mendapat keluhan dari masyarakat Pulau Temoyong saat silaturahmi ke Pulau Temoyong, dan berjanji akan membantu serta mendampingi masyarakat untuk mendapatkan kejelasan atas lahan warga yang sampai saat ini belum mendapatkan ganti rugi.

BACA JUGA WAK:  Hadiri MTQ di Bulang, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad : Mari Pedomani Nilai Al-Qur'an

Dalam pertemuan singkat itu beberapa tuntutan yang disampaikan oleh warga antara lain, ganti rugi lahan yang dijanjikan belum diselesaikan oleh pihak PT. ITS. Dan itu telah disebutkan sejak tiga tahun yang lalu, dan sampai dengan saat ini belum terealisasi. Tuntuan lain adalah dampak limbah pengolahan perusahaan.

Warga mengakui ada 52 surat yang diajukan kepada PT. ITS pada tahun 2014 yang dijanjikan akan diganti rugi oleh pihak perusahaan, namun sampai saat ini warga belum mendapatkan hak nya.

BACA JUGA WAK:  Alhamdulillah, Air di Perum Buana Impian Tembesi Kota Batam Lancar dan Tak Pernah Mati Lagi

Menurut Yulianto selaku wakil pimpinan PT. ITS, ganti rugi lahan warga pulau yang belum diselesaikan dikarenakan tidak adanya kejelasan atas surat kepemilikan lahan yang diterima pihak PT. ITS. Selain itu mengenai limbah ternak babi diakui adalah limbah ramah lingkungan.

” Limbahnya limbah ramah lingkungan, limbah bio gas, dan memiliki tempat mengolahan khusus,” ujar Yulianto.

Atas keterangan dari pihak perusahaan, warga tidak terima begitu saja, karena mereka merasa lahan itu adalah nenek moyang mereka yang tetap harus dipertahankan.

BACA JUGA WAK:  ASPPI Kepri Promosikan Pariwisata Kota Batam Lewat Tourism Carnival

” Kami beri waktu satu bulan untuk penyelesaian ganti rugi lahan warga yang diambil oleh perusahaan, bila mana dalam satu bulan tidak juga ada penyelesaian kami akan lakukan pemagaran,” tegas Syaiful Bahtiar.

Terkait permasalahan ini kami akan sampaikan kepimpinan. ” Mudah-mudahan segera mendapat kejelasan,” tutup Yulianto. (Kepri News / Ria)