Uji Teknis Beras Harumas, Hasilnya Pulen Sama Dengan Nasil Lazimnya

Kemasan Beras Harumas Beras pandan wangi - Batam Click

KepriNews.co.id – Batam, Pemilik merk dagang Harumas, Aguan, membantah kalau beras yang dijualnya dicampur dengan beras plastik.

Mana mungkin kita campur dengan plastik, sedangkan harga biji plastik per kilonya saja jauh lebih mahal dari harga beras,” ujarnya, membuka percakapan dengan batamclick.com (Kepri Media Group), Selasa (11/7/2017) siang di Batam Centre.

Menurut Aguan, beras yang dijualnya 100 persen beras asli dengan kualitas premium. “Beras ini saya datangkan dari Jawa, saya pilih dari kilang-kilan yang menampung beras kualitas premium, baru saya masukkan ke Batam,” jelasnya.

Begitu mendengar berasnya diisukan sebagai beras plastik, Aguan langsung melakukan uji teknis menanak nasi. Beras yang digunakan adalah beras dari karung milik konsumen yang dibawa oleh salah seorang pengelola mini market di Batamcentre.

“Inilah hasil nasi yang kami masak tadi di gudang. Berasnya dari beras milik ibu yang kemarin ragu dengan keaslian beras kami,” katanya sambil menyodorkan sekantung nasi putih bersih.

Proses memasak nasi itu juga disaksikan oleh sejumlah pengelola mini market. “Gara-gara isu itu, beras saya tak bisa jual. Makanya saya ajak beberapa pengelola mini market untuk tes masak nasi. Kami memang memiliki tim kualiti kontrol (QC) di gudang, sehingga kami tahu kualitas beras yang akan kami pasarkan,” paparnya.

Hasilnya, nasi yang dimasak Aguan sama dengan nasil lazimnya, tidak kenyal, lengket di tangan dan jari, susah dibikin bentuk bola atau klereng, dan tidak memantul saat dilempar ke lantai.

“Cobalah dites, apakah mengandung plastik?” ujarnya.

Dijelaskan Aguan, yang terjadi pada nasi ibu itu mungkin disebabkan beberapa faktor. “Mungkin waktu memasak airnya kurang, sehingga nasinya tidak memuai secara maksimal, itulah yang membuat dia kenyal,” jelasnya.

Beras Harumas, merupakan beras pulen, sehingga dia harus dimasak dengan air yang pas, baru nasi yang dimakan terasa nikmat dan sempurna.

Kendati demikian, untuk menjawab keraguan masyarakat, Aguan, akan memasukkan beras Harumas ke laboraturium Sucofindo untuk diteliti apa benar itu asli beras atau sintetis alias platik.

“Nanti hasilnya saya umumkan, agar masyarakat juga tahu kalau beras yang saya jual ini murni beras, bukan palsu,” tutupnya.(Kepri News / novianto)

Iklan Wak
 Advertoria Sanford 18/9/2017