Selama 24 Jam Kerucut Monumen Yogya Kembali (Monjali) Akan Diselimuti Bendera Merah Putih

Tim pemanjat tebing Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta akan menyelimuti kerucut Monumen Yogya Kembali (MONJALI) selama 24 jam penuh. Terhitung sejak tanggal 6 Juli 2017 bersamaan dengan upacara bendera peringatan HUT Museum MONJALI. Hingga tanggal 7 Juli 2017 pagi - Kepri News / ist

KepriNews.co.id – Jogja, Tim pemanjat tebing Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta akan menyelimuti kerucut Monumen Yogya Kembali (MONJALI) selama 24 jam penuh. Terhitung sejak tanggal 6 Juli 2017 bersamaan dengan upacara bendera peringatan HUT Museum MONJALI. Hingga tanggal 7 Juli 2017 pagi.

Bendera raksasa berukuran 20 x 12 meter ini. Saat ini (5 Juli 2017) sudah berada di puncak MONJALI untuk gladi resik persiapan upacara besok pagi.

Bendera ini kami bawa kemarin hari, dari kota pahlawan (Surabaya) milik saudara kami arek arek Mapala – Mahapala UPN “Veteran” Jawa Timur.

BACA JUGA WAK:  Dukung Gaya Hidup Sehat, HARRIS DAY 2021 Hadirkan Kompetisi Lari Dan Balap Sepeda Secara Virtual

BACA JUGA :
SIAP – SIAP : Mapala Upn Jogja (6/7) Kembali Kibarkan & Selimuti Gedung Monjali Dengan Bendera Merah Putih, Ada Apa?

“Nantinya, Selama dua malam ini. Tim Mapala UPN Yogyakarta akan melakukan tugas jaga. Menjaga bendera raksasa Merah Putih secara bergantian, 2 x 24 jam”. Kata Zaeni Anggota Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta Kepada KepriNews.co.id dalam keterangan pers Rabu (05/07/2017).

Monjali adalah tetenger (penanda) peristiwa bersejarah perjuangan NKRI. Monumen ini dibangun segaris dengan sumbu imajiner, yakni ; Merapi, Tugu, Keraton Kasultanan dan Parangtritis (pantai selatan). Lokasi tepatnya di dusun Jongkang, Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Peletakan batu pertama pada tanggal 29 Juni 1985 dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

BACA JUGA WAK:  Dukung Gaya Hidup Sehat, HARRIS DAY 2021 Hadirkan Kompetisi Lari Dan Balap Sepeda Secara Virtual

Keberadaan monumen ini sendiri merupakan bentuk penghargaan terhadap para pejuang yang merebut kembali Yogyakarta dari tangan penjajah yang berujung pada penarikan tentara Belanda pada 29 Juni 1949 Tepat 68 tahun yang lalu.

Faktor alam yang mesti diantisipasi sejak awal dalam proses pengibaran adalah cuaca terpaan angin, kemiringan dinding kerucut dan peluang turun hujan dimalam hari. Yang khas dari proses menyelimuti kerucut Monjali ini adalah hal bentukan dinding yang kerucut. Tentu berbeda dengan kondisi di tebing terjal yang biasanya berupa dinding besar (big wall).

BACA JUGA WAK:  Dukung Gaya Hidup Sehat, HARRIS DAY 2021 Hadirkan Kompetisi Lari Dan Balap Sepeda Secara Virtual

UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai “Kampus Bela Negara” berharap kegiatan ini, bisa menjadi agenda tahunan dan meningkatkan kunjungan museum ditahun 2017 ini. Kami Mohon doanya bagi warga Yogyakarta untuk kesuksesan prosesi ini.

Bagi warga Yogyakarta yang berkeinginan swafoto (selfie) berlatar belakang kerucut Merah Putih Monjali dipersilahkan. Jam kunjungan Museum pukul 09.00 – 17.00 WIB. Dilanjutkan jam kunjung taman pelangi 17.00 – 22.00 WIB.”Pungkasnya”. (Kepri News / r)