Sinergi Kadin Kepri dan BP Batam, 70 Investor Masuk Ke Batam

Ahmad Ma’ruf saat menemani para investor dengan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo di MPP Batam Center, Selasa (06/02/2018) - Kepri News / ist

KepriNews.co.id – Batam, Sekitar 70 Investor dari Tiongkok, Jepang dan Amerika Serikat dipastikan akan menanamkan dananya di Pulau Batam, Kepuauan Riau.  Para Investor nantinya akan gelontorkan danya dalam bentuk Investasi dengan total mencapai Rp10 Triliun.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri, Ahmad Ma’ruf saat menemani para investor tersebut bertemu dengan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo di MPP Batam Center, Selasa (6/2) siang.

“Setelah Imlek, mereka (Investor) akan berkomitmen menanamkan modalnya di Batam. Dengan adanya investasi yang masuk ini, diharapkan akan membuat pertumbuhan ekonomi Batam menjadi naik hingg 7 persen,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan para investor yang masuk ini, nantinya akan mengembangkan bisnisnya di bidang Industri Plastik. Mengingat di Tiongkok, telah diterapkan sebuah larangan terkait impor plastik bekas sejak awal tahun 2018.

Larangan inilah yang menyebabkan perusahaan tersebut hengkang dari Tiongkok dan mencari peluang-peluang untuk bisa membuka usahanya di Batam.

“Salah satu tujuan utama mereka adalah, negara-negara Asean, khususnya Batam. Kota industri ini menjadi salah satu pilihan menarik, karena letaknya yang strategis dan insentif fiskal berupa pembebasan Bea Masuk, PPN dan PPNBM. Setelah semua izin diselesaikan, mereka akan langsung kerja. Dan akan menyerap tenaga kerja banyak,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai faktor lingkungan dari adanya industri ini, Ma’aruf mengatakan hal tersebut tidak akan menimbulkan masalah.

Mengingat regulasi dalam negeri Indonesia telah memproteksi sedemikian rupa, sehingga dampak lingkungan hidup dari industri daur ulang plastik bisa dikendalikan.

“Sudah dilindungi melalui lembaga negara yang berkaitan dengan Lingkungan Hidup, Perindustrian dan Perdagangan. Yang pasti sudah aman,” jelasnya.

Sementara itu, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pihaknya siap melayani investor yang masuk ke Batam. Bukan hanya, pelayanan perizinan yang berkaitan dengan BP Batam, tapi juga akan mengawal pengurusan izin di lembaga lain.

“Kami akan ikut mengawal dan meyakinkan bahwa proses di lembaga lain, akan berjalan dengan cepat dan aman. Jika menemui kendala di lapangan, bisa langsung hubungi BP Batam,”jelasnya.

Selain itu, tambahnya, pihaknya juga akan mempersiapkan rambu-rambu yang lebih kuat terkait dampak lingkungan yang akan terjadi.

“Detilnya akan dibahas. BP Batam mempunyai konsen terhadap lingkungan hidup,” tambahnya.( Batam Click / Iman Suryanto)

Sumber : Kepri Media Group / batamclick.com


 Advertoria Sanford 18/9/2017